Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

[SKRIPSI] Hubungan antara Eco-guilt dan Psychological Distress pada Mahasiswa Universitas Padjadjaran dalam Konteks Perilaku Menggunakan Plastik Sekali Pakai


Polusi sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan global yang
serius. Mahasiswa Universitas Padjadjaran menghadapi sebuah dilema ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    19012026S4149S4149 Fad hPerpustakaan Fakultas Psikologi UNPAD (Skripsi)Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Psikologi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    S4149 Fad h
    Penerbit Fakultas Psikologi UNPAD : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    vi,; 29 x 21 cm , 150 hlm,
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    190110220010
    Klasifikasi
    S4149 Fad h
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    [SKRIPSI]
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Polusi sampah plastik merupakan permasalahan lingkungan global yang
    serius. Mahasiswa Universitas Padjadjaran menghadapi sebuah dilema antara
    kesadaran lingkungan yang tinggi dengan tuntutan gaya hidup yang mengharuskan
    penggunaan plastik sekali pakai. Berdasarkan New Look Model dari teori disonansi
    kognitif, hal ini dapat memicu eco-guilt yang berpotensi terakumulasi menjadi
    psychological distress. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mencari
    hubungan antara eco-guilt dan psychological distress pada mahasiswa Universitas
    Padjadjaran dalam perilaku menggunakan plastik sekali pakai. Penelitian ini
    menggunakan desain penelitian kuantitatif nonexperimental berupa penelitian
    korelasional. Partisipan penelitian berjumlah 206 mahasiswa aktif sarjana
    Universitas Padjadjaran yang berdomisili di Jatinangor. Sampel dikumpulkan
    dengan menggunakan teknik nonprobability sampling berupa quota sampling dan
    snowball sampling. Prosedur pengambilan data telah dilaksanakan secara daring
    melalui penyebaran kuesioner berbasis self-report. Instrumen yang digunakan
    dalam penelitian ini adalah Eco-Guilt Questionnaire (EGuiQ-11) dan Kessler
    Psychological Distress Scale Indonesian Version (K10 Versi Indonesia). Hasil
    penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan, namun
    lemah pada eco-guilt dan psychological distress (ρ = 0.238; p-value = < 0.001).
    Eksplorasi melalui tabulasi silang menemukan temuan unik, bahwa partisipan
    dengan frekuensi penggunaan plastik yang tinggi justru didominasi oleh tingkat
    eco-guilt sedang menuju rendah. Temuan ini mengindikasikan berjalannya
    mekanisme justifikasi akibat persepsi minimnya kebebasan memilih yang berperan
    efektif mereduksi disonansi kognitif mahasiswa. Dengan begitu, dapat disimpulkan
    bahwa eco-guilt memiliki peran sebagai beban kumulatif tambahan yang
    berasosiasi dengan psychological distress, bukan sebagai stresor utama.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi