Detail Cantuman

No image available for this title

Text  

T358- Perilaku Pencarian Pengobatan Untuk Mengatasi Efek Samping Obat Letrozol, Tamoksifen dan Eksemestan Pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Hasan Sadikin (La Ode Roni Setiawan; Sofa Dewi Alfian, S.Farm., M.K.M., Ph.D; Prof. Irma Melyani Puspitasari, M.T., Ph.D; Cherry Rahayu, M.KM)


Latar Belakang : Tamoksifen, letrozol, dan eksemestan merupakan obat terapi hormonal yang secara luas digunakan dalam pengobatan kanker payudara tipe ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    FFUP20260071T358Tersedia
  • Perpustakaan
    Fakultas Farmasi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    T358
    Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    T358
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Latar Belakang : Tamoksifen, letrozol, dan eksemestan merupakan obat terapi hormonal yang secara luas digunakan dalam pengobatan kanker payudara tipe luminal A. Ketiga obat ini terbukti efektif, namun masing-masing obat memiliki profil efek samping yang berbeda. Efek samping tersebut sering kali menjadi faktor yang mendorong pasien untuk melakukan pencarian pengobatan guna mengurangi ketidaknyamanan karena efek samping.
    Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengindentifikasi perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi efek samping tamoksifen, letrozol dan eksemestan serta menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi efek samping obat pada pasien kanker payudara.
    Metode : Penelitian ini merupakan studi observasional cross-sectional pada pasien kanker payudara yang mengalami efek samping obat tamoksifen, letrozol dan eksemestan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Kota Bandung. Kuesioner perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi efek samping obat digunakan untuk mengukur perilaku pencarian pengobatan. Analisis statistik dilakukan dengan uji chi-square untuk mengindentifikasi perbedaan antara faktor karakteristik responden terhadap perilaku pencarian pengobatan dalam mengatasi efek samping obat. Analisis regresi logistik ordinal dilakukan pada faktor yang berpotensi mempengaruhi perilaku pencarian pengobatan dalam mengatasi efek samping obat.
    Hasil: Dari 274 pasien kanker payudara mayoritas pasien memiliki perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi efek samping obat masuk dalam kategori rendah, yaitu 119 orang (43,4%), perilaku pencarian pengobatan sedang 112 orang (40,9%), dan hanya sebagian kecil responden yang menunjukkan perilaku pencarian pengobatan tinggi, yaitu 43 orang (15,7%). Faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pencarian pengobatan tinggi dalam mengatasi efek samping obat antara lain tingkat pendidikan (SD: OR = 0,04; 95% CI: 0,02-0,09; p < 0,001; SMP: OR = 0,04; 95% CI: 0,01-0,1; p < 0,001; SMA: OR = 0,28; 95%CI: 0,14-0,56; p < 0,001), status pekerjaan (OR = 1,91; 95% CI: 1,00–3,65; p = 0,049) dan Kepemilikan BPJS Pemerintah (OR = 2,20; 95% CI: 1,04–4,66; p = 0,039).
    Kesimpulan: Sebagian kecil pasien kanker payudara yang menggunakan obat tamoksifen, letrozol, dan eksemestan menunjukkan perilaku pencarian pengobatan yang tinggi dalam mengatasi efek samping. Faktor pendidikan, pekerjaan, dan kepemilikan BPJS pemerintah berpengaruh signifikan terhadap perilaku tersebut. Peningkatan edukasi terhadap pasien diperlukan untuk mendorong perilaku pencarian pengobatan untuk mengatasi efek samping obat yang lebih tepat.
    Kata Kunci :Tamoksifen, Letrozol, Eksemestan, Efek Samping, Perilaku Pencarian Pengobatan.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


//

Informasi