
Text
T359- Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketidakpatuhan dan Penghentian Pengobatan Letrozole, Tamoxifen dan Exemestan Pada Pasien Kanker Payudara di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (Alifyani Pramesti Syamsul; Sofa Dewi Alfian, S.Farm., M.K.M., Ph.D; Prof. Ivan Surya Pradipta, Ph.D; Cherry Rahayu, M.KM)
Latar Belakang : Terapi hormonal oral seperti letrozole, tamoksifen, dan exemestane merupakan bagian penting dalam pengobatan kanker payudara. Namun, ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260073 T359 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil T359Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi T359Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Latar Belakang : Terapi hormonal oral seperti letrozole, tamoksifen, dan exemestane merupakan bagian penting dalam pengobatan kanker payudara. Namun, ketidakpatuhan terhadap pengobatan masih sering terjadi dan dapat berdampak pada menurunnya efektivitas terapi serta meningkatnya risiko kekambuhan. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pengobatan pada pasien kanker payudara.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketidakpatuhan dan penghentian pengobatan serta menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pengobatan pada pasien kanker payudara yang mengonsumsi letrozole, tamoksifen, dan exemestane di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.
Metode Penelitian : Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan potong lintang. Data diperoleh dari data sekunder berupa kuesioner yang diisi oleh pasien kanker payudara yang menjalani terapi hormonal oral. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Carolina Breast Cancer Adherence Questionnaire. Pengambilan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Analisis data meliputi analisis deskriptif, analisis bivariat menggunakan uji chi-square, dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik binomial.
Hasil Penelitian : Dari 284 pasien kanker payudara yang menjadi responden, mayoritas pasien termasuk dalam kategori tidak patuh terhadap pengobatan, yaitu sebanyak 156 orang (54,9%), sedangkan pasien yang patuh sebanyak 128 orang (45,1%). Tidak ditemukan pasien yang mengalami penghentian pengobatan berdasarkan kriteria berhenti minum obat selama ≥180 hari. Faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpatuhan pengobatan berdasarkan analisis multivariat adalah status pekerjaan (OR = 11,26; 95% CI: 4,39–28,85; p < 0,001), status pernikahan (OR = 0,34; 95% CI: 0,14–0,84; p = 0,020), serta durasi pengobatan, di mana pasien dengan durasi pengobatan 1–2 tahun memiliki risiko ketidakpatuhan yang lebih rendah dibandingkan pasien dengan durasi pengobatan lebih dari lima tahun (OR = 0.254; 95% CI: 0,08-0,73; p = 0,012).
Kesimpulan : Ketidakpatuhan pengobatan pada pasien kanker payudara yang mengonsumsi terapi hormonal oral masih tergolong tinggi. Status pekerjaan, status pernikahan, dan durasi pengobatan merupakan faktor-faktor yang berhubungan secara signifikan dengan ketidakpatuhan pengobatan. Temuan ini menunjukkan perlunya intervensi yang terarah dan berkelanjutan untuk meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi hormonal oral.
Kata kunci : Kanker payudara, ketidakpatuhan pengobatan, terapi hormonal oral, letrozole, tamoksifen, exemestane.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






