
Text
4734- Estimasi Hasil Kesehatan Penyakit Campak di Indonesia Menggunakan Real-World Data Klaim BPJS Kesehatan tahun 2019-2024 (Alifa Nisa Deliyana; Angga Prawira Kautsar, S.Si., MARS; Dr. Eri Amalia, MHSc)
Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Penelitian ini bertujuan ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260081 4734 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4734Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4734Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
Campak masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia meskipun penyakit ini dapat dicegah melalui imunisasi. Penelitian ini bertujuan mengestimasi indikator epidemiologi campak di Indonesia menggunakan real-world data klaim BPJS Kesehatan tahun 2019–2024 berdasarkan prevalensi, insiden, dan Crude Mortality Rate (CMR), serta menganalisis distribusi spasial dan karakteristik demografi kasus. Penelitian menggunakan desain deskriptif potong lintang berulang dengan identifikasi kasus berdasarkan kode ICD-10 B05 pada data kepesertaan, FKTP, dan FKRTL BPJS Kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi dan insiden campak mengalami penurunan pada periode 2020–2021 selama pandemi COVID-19, kemudian meningkat kembali pada periode 2022–2024 dengan persebaran yang lebih luas di beberapa wilayah seperti Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Pulau Jawa. Sementara itu, nilai CMR campak cenderung sangat rendah dan relatif merata antarprovinsi selama periode penelitian. Mayoritas kasus ditemukan pada kelompok usia 0–14 tahun, peserta belum kawin, anak peserta, kelompok Pekerja Penerima Upah (PPU), serta peserta kelas iuran III. Kasus campak juga lebih banyak ditemukan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama, terutama klinik pratama, puskesmas, dan fasilitas kesehatan swasta. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan kembali beban epidemiologi campak pascapandemi dan menegaskan bahwa pemanfaatan real-world data BPJS Kesehatan dapat mendukung pemetaan epidemiologi serta perencanaan intervensi pengendalian campak berbasis wilayah di Indonesia.
Kata Kunci: Campak, kesehatan masyarakat, epidemiologi, RWD, analisis spasial.
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






