
Text
4736- Prevalensi, Insidensi, dan Mortalitas HIV di Indonesia (2019-2024): Analisis Tren dan Distribusi Spasial Berbasis Real-World Data Klaim BPJS Kesehatan (Indri Widuri Yani; Angga Prawira Kautsar, S.Si., MARS; Dr. Eri Amalia, MHSc)
HIV masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan karena keterlambatan diagnosis dan tatalaksana yang tidak adekuat dapat ...
-
Code CallNo Lokasi Ketersediaan FFUP20260083 4736 Tersedia -
Perpustakaan Fakultas FarmasiJudul Seri -No. Panggil 4736Penerbit Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran : Jatinangor., 2026 Deskripsi Fisik -Bahasa IndonesiaISBN/ISSN -Klasifikasi 4736Tipe Isi -Tipe Media -Tipe Pembawa -Edisi -Subyek -Info Detil Spesifik -Pernyataan Tanggungjawab - -
HIV masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan karena keterlambatan diagnosis dan tatalaksana yang tidak adekuat dapat mengakibatkan komplikasi berat hingga kematian dini. Bukti yang mendeskripsikan tren nasional dan variasi geografis HIV di Indonesia menggunakan data rutin masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tren nasional dan pola spasial antarprovinsi prevalensi, insidensi, dan mortalitas HIV di Indonesia periode 2019–2024 menggunakan real-world data (RWD) klaim elektronik BPJS Kesehatan. Desain repeated cross-sectional diterapkan menggunakan data kepesertaan dan catatan pelayanan kesehatan. Kasus HIV diidentifikasi berdasarkan kode ICD-10 B20–B24 (HIV dengan infeksi oportunistik, neoplasma, kondisi terkait lain, atau tidak terklasifikasi) dan Z21 (infeksi HIV asimtomatik). Seluruh outcome dihitung per 100.000 penduduk dan divisualisasikan melalui pemetaan tematik menggunakan RStudio sesuai RECORD statement. Prevalensi HIV nasional menurun dari 22,96 pada tahun 2019 menjadi 21,22 pada tahun 2021, kemudian meningkat hingga 35,20 pada tahun 2024. Insidensi bersifat fluktuatif dengan puncak 12,53 pada tahun 2023 apabila mengabaikan periode 2019 sebagai washout. Mortalitas relatif rendah, berkisar antara 0,17–0,35 per 100.000 penduduk. Analisis spasial menunjukkan heterogenitas antarprovinsi yang konsisten, dengan Jakarta mencatat prevalensi tertinggi, sementara insidensi dan mortalitas menunjukkan pola distribusi yang lebih bervariasi. Temuan ini mendukung perencanaan program pengendalian HIV yang lebih tertarget di Indonesia.
Kata kunci: HIV, kesehatan masyarakat, epidemiologi, real-world data, analisis spasial
-
Tidak tersedia versi lain
-
Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.
//






