Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

Stabilitas Virus SARS-CoV-2 di Aerosol dan Permukaan Benda di Tempat Praktik Dokter Gigi


Pendahuluan : Merebaknya kasus COVID-19 diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2
yang merupakan virus mRNA menjadi perhatian dunia. Cepatnya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Mik1 - 3636 616.01 Jae SJatinangor (Mikrobiologi)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    616.01 Jae S
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110170054
    Klasifikasi
    616.01
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan : Merebaknya kasus COVID-19 diakibatkan oleh virus SARS-CoV-2
    yang merupakan virus mRNA menjadi perhatian dunia. Cepatnya penularan COVID-19 hingga
    menjadi pandemik dunia terjadi karena adanya transmisi antar manusia melalui droplet,
    aerosol, dan permukaan benda. Dokter gigi merupakan profesi dengan resiko penularan tinggi
    terhadap COVID-19 karena dapat menghasilkan dental aerosol selama prosedur perawatan
    gigi. Maka dari itu, diperlukan studi lebih lanjut mengenai stabilitas virus SARS-Cov-2 di
    aerosol dan permukaan benda dalam kaitanya dengan penggunaan di tempat praktik dokter
    gigi. Tujuan : Mengetahui stabilitas virus SARS-CoV-2 di aerosol dan permukaan benda
    terkontaminasi. Metode : Melakukan scoping review dengan database internasional meliputi
    PubMed, Cochrane, EBSCOhost, dan Sciencedirect melalui bantuan perangkat lunak Mendeley
    reference manager, dan Rayyan QCRI the systematic review web app untuk penyaringan serta
    JBI Quasi Experimental Appraisal Tool 2017 untuk Critical appraisal. Hasil : Didapatkan 1534
    artikel dari empat database dan terdapat 11 artikel yang dilakukan sintesis. Stabilitas SARSCoV-2 pada permukaan tidak berporus menunjukan ketahanan yang lebih lama dari
    permukaan berporus, serta adanya pengaruh suhu dan kelembaban relatif (RH) dalam
    inaktifasi SARS-CoV-2. Simpulan : Stabilitas virus SARS-CoV-2 pada permukaan berbeda
    beda, tergantung pada jenis material, dan kondisi lingkungan sekitar, seperti suhu dan
    kelembaban relatif, serta volume inokulum virus.
    Kata kunci : SARS-CoV-2, stabilitas, lingkungan
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi