Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

Insidensi Fraktur Mandibula Sebagai Komplikasi Pencabutan Gigi Molar Ketiga Rahang Bawah: Rapid Review


Pendahuluan: Pencabutan gigi molar ketiga merupakan salah satu prosedur
kedokteran gigi yang sering dilakukan, tetapi bukan berarti resiko dan ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    IBM1 - 6666 617.605 Rei IJatinangor (IBM)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.605 Rei I
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110170106
    Klasifikasi
    617.605
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Pencabutan gigi molar ketiga merupakan salah satu prosedur
    kedokteran gigi yang sering dilakukan, tetapi bukan berarti resiko dan komplikasinya
    jarang terjadi. Salah satu komplikasi pencabutan gigi molar ketiga adalah fraktur
    mandibula. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui insidensi fraktur mandibula
    sebagai komplikasi pencabutan gigi molar ketiga rahang bawah. Metode: Rapid review
    ini dilakukan pada Desember 2020-Februari 2021 terhadap artikel berbahasa inggris
    yang melaporkan insidensi fraktur mandibula akibat pencabutan gigi molar ketiga
    rahang bawah. Pencarian artikel mengacu pada bagan PRISMA yang dilakukan melalui
    PubMed, ScienceDirect, dan Google Scholar tanpa membatasi tahun pencarian. Artikel
    terpilih memenuhi kriteria sesuai dengan kerangka PICO. Penapisan artikel dilakukan
    dengan memeriksa duplikasi, membaca judul dan abstrak, serta membaca isi
    keseluruhan teks. Hasil: Sebanyak delapan artikel dengan desain studi observasional
    dicakup dalam penelitian ini. Insidensi fraktur mandibula sebagai komplikasi
    pencabutan gigi molar ketiga berkisar antara 0,0046%-3,03%. Fraktur lebih banyak
    ditemukan pada laki-laki (n=42) daripada perempuan (n=20), pada usia rata-rata di atas
    39 tahun, pada gigi-geligi lengkap (n=31) daripada tidak lengkap (n=3), pada gigi
    impaksi tulang penuh (n=47) daripada impaksi tulang sebagian (n=14), dan pada
    angulasi gigi horizontal (n=22) atau vertikal (n=20) daripada mesioangular (n=13) atau
    distoangular (n=6). Simpulan: Fraktur mandibula akibat pencabutan gigi molar ketiga
    rahang bawah jarang terjadi. Peningkatan kasus ditemukan pada pasien laki-laki,
    berusia di atas 39 tahun, memiliki gigi-geligi lengkap, gigi impaksi tulang penuh, dan
    angulasi gigi horizontal atau vertikal. Infeksi pre operatif dan kista merupakan keadaan
    patologis yang lebih sering ditemukan pada pasien fraktur.
    Kata kunci: fraktur mandibula; pencabutan gigi; molar ketiga; komplikasi; insidensi
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi