Detail Cantuman

No image available for this title

Manuscript  

Gambaran oral behavior sebagai predisposisi gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa fakultas kedokteran gigi Universitas Padjadjaran


Pendahuluan: Oral behavior (OB) merupakan aktivitas non fungsional dan umum ditemukan pada
populasi dewasa muda. Kebiasaan ini sering ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    Pros1 - 7070 617.69 Tal GJatinangor (Prostodonsia)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Kedokteran Gigi
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.69 Tal G
    Penerbit FKG Unpad : FKG UNPAD JATINANGOR.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    160110170112
    Klasifikasi
    617.69
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pendahuluan: Oral behavior (OB) merupakan aktivitas non fungsional dan umum ditemukan pada
    populasi dewasa muda. Kebiasaan ini sering dihubungkan sebagai faktor predisposisi gangguan sendi
    temporomandibula/temporomandibular joint disorders (TMD) karena berpotensi memicu perubahan pada
    keseimbangan sistem stomatognatik. Prevalensi terjadinya gejala TMD dan oral behavior tinggi pada usia
    20-40 tahun. Pentingnya diagnosis dini TMD dan adanya hubungan OB sebagai faktor predisposisi sangat
    diperlukan sebagai antisipasi dan intervensi yang tepat guna menghindari disfungsi sistem berkelanjutan
    hingga masalah berat yang bersifat irreversible. Penilaian terhadap oral behavior perlu dilakukan untuk
    melihat penyebarannya pada populasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran oral
    behavior sebagai faktor predisposisi gangguan sendi temporomandibula pada mahasiswa Fakultas
    Kedokteran Gigi, Universitas Padjadjaran (FKG Unpad). Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif dengan
    teknik pengambilan data menggunakan kuesioner online berupa Oral Behavior Checklist (OBC) yang
    merupakan bagian dari kuesioner Diagnostic Criteria for Temporomandibular Joint Disorders. Subjek
    penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian dilakukan pada 246 mahasiswa FKG
    Unpad. Hasil: Seluruh subjek penelitian memiliki minimal satu oral behavior. Kebiasaan makan di luar jam
    makan (ngemil) yang paling banyak ditemukan (93,09%), lalu kebiasaan posisi tidur dengan rahang
    tertekan (84,96%), diikuti kebiasaan menguap (87,8%), bertopang dagu (81,71%) serta mengunyah pada
    satu sisi (58,94%) Simpulan: Prevalensi oral behavior pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi
    Universitas Padjadjaran tinggi dengan aktivitas yang paling banyak dilakukan yaitu makan di luar jam
    makan (ngemil).
    Kata kunci: Kebiasaan parafungsi, aktivitas parafungsi, gangguan sendi temporomandibula
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi