Detail Cantuman

Image of Peran Mutasi Gen Myoc Terhadap Respon Penurunan Tekanan intraokular Pasca Terapi Pada Penderita Glaukoma Sudut Terbuka Primer

 

Peran Mutasi Gen Myoc Terhadap Respon Penurunan Tekanan intraokular Pasca Terapi Pada Penderita Glaukoma Sudut Terbuka Primer


ABSTRAK
Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Diperkirakan hampir 70 juts orang di dunia menderita glaukoma dan 90% nya ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001100100233617.741 Pra p/R.13.103Perpustakaan Pusat (REF.13.103)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    617.741 Pra p/R.13.103
    Penerbit Program Pascasarjana Ilmu Kedokteran UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi,;130 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    617.741
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Glaukoma merupakan penyebab utama kebutaan di seluruh dunia. Diperkirakan hampir 70 juts orang di dunia menderita glaukoma dan 90% nya adalah glaukoma sudut terbuka primer (GSTaP). Patogenesis GSTaP sampai scat ini masih belum jelas.Faktor genetik telah diduga sebagai salah satu faktor yang menentukan peningkatan tekanan intra okular (TIO) atau kerentanan saraf optik dan kerusakan akson sel ganglion retina. Defek-defek pada pengkodean gen MYOC ditemukan pada 3-5% pasien-pasien penderita GSTaP onset dewasa. Latanoprost, suatu obat tetes golongan analog F2ot prostaglandin, merupakan obat anti glaukoma utama yang sudah digunakan secara luas karena dapat menurunkan TIO paling besar dibandingkan obat anti glaukoma lainnya. Beberapa pasien berespon kurang baik terhadap pengobatan latanoprost berupa rendahnya respon penurunan TIC). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui korelasi antara mutasi gen MYOC dengan respon penurunan TIO penderita GSTaP.
    Penelitian ini adalah penelitian epidemiologi biomolekular dengan rancangan kasus kontrol. Dilakukan di RS Mata Cicendo Bandung, Fakultas Kedokteran Unpad dan Lembaga Eyckman Jakarta sejak Juni 2009 sampai Mei 2010. Kelompok kasus adalah penderita GSTaP sebanyak 13 orang diambil secara consecutive sampling , kelompok kontrol (15 orang) adalah orang normal yang tidak mempunyai hubungan keluarga dengan penderita glaukoma. Kedua kelompok diambil darahnya dan dilakukan analisis genetik gen MYOC dan gen reseptor FP. Pada penderita GSTaP dilakukan pemeriksaan serial TIO pada kedua matanya. Latanoprost 0,005% diteteskan ke satu mata sekali sehari selama 7 hari.Evaluasi terhadap respon latanoprost dilakukan dengan menghitung persentasi penurunan TIO pra dan pasta terapi diantara kedua mata.
    Pada penelitian ini ditemukan mutasi gen MYOC glu86val dan MYOC thre32iso.Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara kelompok kasus dan kontrol pada gen MYOC glu86val (p-0,644,0R:95% CI) dan gen MYOC thre32iso (p=0,644,OR:95% CI). Terdapat respon penurunan TIO (absolut dan relatif) yang rendah pada 2 penderita GSTaP namun secara statistik tidak bermakna (p-0,659 dan p=0,666). Terdapat perbedaan yang bermakna antara respon penurunan TIO absolut dan respon penurunan TIO relatif (p=0,0025).
    Disimpuilcan bahwa terdapat mutasi baru gen MYOC pada ras Melayu dan terdapat respon penurunan TIO yang rendah pada kelompok kasus pasca pemberian tetes mats prostaglandin analog, walaupun secara statistik tidak bermakna. Respon penurunan TIO relatif penderita GSTaP lebih rendah dari pada TIO absolut.
    Kata kunci : Glaukoma sudut terbuka primer (GSTaP), mutasi gen MYOC, tetes mata prostaglandin analog (latanoprost), respon penurunan TIO absolut, respon penurunan TIO
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi