Detail Cantuman

Image of Karakteristik radiansi elektromagnetik permukaan daerah panas bumi sebagai manifestasi dari sumber panas bumi

 

Karakteristik radiansi elektromagnetik permukaan daerah panas bumi sebagai manifestasi dari sumber panas bumi


ABSTRAK
Keterdapatan suatu sumberdaya panas bumi di bawah permukaan, dapat tercennin di permukaan dengan kemunculan manifestasi panas bumi, ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    010011101000137551.23 Buj k/R.14.37Perpustakaan Pusat (REF.14.37)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    551.23 Buj k/R.14.37
    Penerbit Program Pasca Sarjana : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii,;244 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    551.23
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • ABSTRAK
    Keterdapatan suatu sumberdaya panas bumi di bawah permukaan, dapat tercennin di permukaan dengan kemunculan manifestasi panas bumi, seperti mata air panas, kubangan lumpur panas, fumarola, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan untuk mengidentifikasi daerah potensi panas bumi berdasarkan ekspresi permukaannya yang terekam pada citra penginderaan jauh multispektral. Permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah sampai sejauh mana parameter permukaan daerah panas bumi dan anomali geofisika yang ditimbulkan oleh proses geologi bawah permukaan, berpengaruh tehadap radiansi spektralnya pada citra satelit Landsat Thematic Mapper (TM).
    Penelitian ini bertujuan untuk mendelineasi reservoir panas bumi berdasarkan korelasi geologi bawah permukaan, resistivitas, dan anomali magnetik; mengetahui pengaruh anomali magnetik terhadap radiansi spektral permukaan daerah panas bumi pada citra multispektral Landsat TM; serta mengetahui panjang gelombang elektromagnetik dan transformasi citra penginderaan jauh yang dapat mengidentifikasi parameter permukaan daerah panas bumi yaitu manifestasi permukaan, vegetasi, alterasi hidrotermal permukaan, serta beds potensial.
    Untuk tujuan di atas, penelitian ini menggunakan kompilasi metode geologi, geofisika dan penginderaan jauh, untuk mendapatkan kunci identifikasi potensi panas bumi. Metode geologi untuk delineasi puncak reservoir, metode geofisika magnetik dan magnetotellurik untuk analisa anomali geofisika yang ditimbulkan oleh adanya reservoir panas bumi, serta metode penginderaan jauh multispektral untuk analisa radiansi spektral berupa reflektansi dan emisi temperatur permukaan
    daerah anomali_
    Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa puncak reservoir panas bumi dapat ditentukan berdasarkan parameter geologi bawah permukaan yaitu profil temperatur dan kehadiran mineral epidot hasil alterasi hidrotermal. Reservoir panas bumi ini dapat direpresentasikan oleh resistivitas rendah dan anomali magnet negatif. Panjang gelombang penginderaan jauh yang dapat mengidentifikasi daerah potensi panas bumi yang tertutup vegetasi adalah panjang gelombang biru (0,45 0,52 um) dan inframerah dekat (0,76 0,90 um). Sedangkan transformasi citra penginderaan jauh yang dapat mengidentifikasi anomali vegetasi akibat pengaruh manifestasi panas bumi di permukaan, adalah transformasi indeks vegetasi yang memadukan panjang gelombang merah (0,63 0,69) dengan inframerah dekat (0,76 0,90), dan transformasi indeks air yang memadukan panjang gelombang biru dengan inframerah dekat. Parameter permukaan daerah panas bumi yang berpengaruh terhadap emisi temperatur permukaan adalah vegetasi, dan alterasi hidrotermal.
    Kata kunci: Penginderaan jauh, Panas bumi, Geologi, Geofisika
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi