Detail Cantuman

Image of pengalaman komunikasi keluarga anggota keluarga pahlawan revolusi

 

pengalaman komunikasi keluarga anggota keluarga pahlawan revolusi


Nur Desilawati, 210230100001, Pengalaman Komunikasi Keluarga Anggota Keluarga Pahlawan '
Revolusi (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700117302.2 Des p/R.21.72Perpustakaan Pusat (REF.21.72)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.2 Des p/R.21.72
    Penerbit Magister Ilmu Komunikai : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xviii, 372 hlm. ; il. ; 29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.2 Des p/R.21.72
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Nur Desilawati, 210230100001, Pengalaman Komunikasi Keluarga Anggota Keluarga Pahlawan '
    Revolusi (Studi Fenomenologi Tentang Pengalaman Komunikasi Keluarga Pada Putra Keluarga
    Pahlawan Revolusi Yang Benninat Untuk Berprofesi Di Bidang Militer), Tesis, Pascasarjana
    Universitas Padjadjaran, 2012, dibawah bimbingan Dr.Suwandi Sumartias, M.Si selaku ketua komisi
    pembimbing dan Prof.Dr.Mien Hidayat, Dra., M.S. sebagai anggota komisi pembimbing.

    Setiap anak dalam suatu keluarga pasti memiliki minat pada pekerjaan tertentu di suatu bidang
    profesi dan seringkali mengungkapkan rninatnya terse but kepada anggota keluarga inti yang lain (Ibu,
    Bapak atau saudara kandung) dalam lingkup komunikasi keluarga. Fakta yang sama terjadi pada putra
    pahlawan revolusi yang lima orang diantaranya memiliki minat untuk berprofesi di bidang militer dan
    mereka pun mengungkapkan minat mereka tersebut melalui komunikasi dalam lingkup keluarga,
    kepada anggota keluarga inti yang lain, yakni Ibu dan saudara kandung yang juga benninat untuk
    berprofesi di bidang militer. Komunikasi keluarga terkait minat untuk berprofesi di bidang militer
    inilah yang menjadi salah satu pengalaman yang tersimpan dalam diri putra pahlawan revolusi.

    Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui pengalaman komunikasi keluarga pada putra
    pahlawan revolusi yang benninat untuk berprofesi di bidang militer. Pengalaman itu menyangkut motif
    putra pahlawan revolusi terkait minat mereka untuk berprofesi di bidang militer serta pengalaman
    komunikasi putra pahlawan revolusi dengan keluarganya dalam mengemukakan minat untuk berprofesi
    di bidang militer, upaya tidak mempertahankan minat untuk berprofesi dibidang militer dengan
    argumen-argumen rasional, dan pemgalaman konflik akibat penolakan minat mereka untuk berprofesi
    di bidang militer.

    Penelitian ini dilakukan dengan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.

    Subyek penelitian terdiri dari subyek penelitian utama adalah putra pahlawan revolusi yang benninat
    untuk berprofesi di bidang militer dan subyek penelitian pendukung adalah saudara kandung dari putra
    pahlawan revolusi. Data penelitian didapatkan dari dua teknik pengumpulan data yaitu wawancara
    mendalam dan telaah dokumen.Model analisis yang digunakan adalah model analisis interaktif. Dalam
    proses menggunakan tiga komponen utama yakni reduksi data, sajian data dan penarikan kesimpulan.
    Dalam menguji keabsahan data, digunakan triangulasi yakni triangulasi data atau sumber.

    Motif putra pahlawan revolusi terkait minat untuk berprofesi di bidang militer ada dua yakni
    motif kebutuhan diri dan motif pengalaman diri. Motif kebutuhan diri terdiri dari kebutuhan diri, nilai
    dan karakter militer dan dampak peristiwa 1 Oktober 1965. Motif pengalaman diri terdiri dari
    kesadaran diri, kebanggaan terhadap ayah, familiar militer, sosialisasi militer, dan sosok profesi militer.
    Pengalaman komunikasi dalam mengungkapkan minat untuk berprofesi di bidang militer dilakukan
    putra pahlawan revolusi secara verbal (pemyataan-tanggapan) dan non verbal (koleksi dan penggunaan
    atribut rniliter serta berlagak tentara). Putra pahlawan revolusi tidak melakukan upaya untuk
    mempertahankan minat karena beberapa alasan dan pertimbangan yakni sosok ibu, perubahan minat
    dan ketidaksesuaian diri. Putra pahlawan revolusi memiliki pengalaman terkait konflik akibat
    penolakan minat dan melakukan upaya untuk mengatasi konflik, dengan berbagai cara yakni
    pengalihan ke profesi lain, kesempatan kedua untuk profesi militer, koleksi atribut militer dan
    pergaulan dan hubungan dengan dunia kemiliteran .
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi