Detail Cantuman

Image of Peran modal sosial agen pada institusi lokal dalam penanggulangan kemiskinan

 

Peran modal sosial agen pada institusi lokal dalam penanggulangan kemiskinan


Isu crucial di Indonesia salah satunya masalah kemiskinan dengan berbagai
dimensi persoalannya. Fenomena kemiskinan sudah terjadi sebelum ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    001001140100056301 Kun p/R.17.25Perpustakaan Pusat (REF.17.25)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 Kun p/R.17.25
    Penerbit Program Pascasarjana Unpad : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xv,;297 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 Kun p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Isu crucial di Indonesia salah satunya masalah kemiskinan dengan berbagai
    dimensi persoalannya. Fenomena kemiskinan sudah terjadi sebelum Indonesia
    merdeka dan sampai saat ini belum dapat diselesaikan. Kelemahan dalam
    penanggulangan kemiskinan berkaitan dengan variabel modal sosial para agen di
    tingkat institusi lokal. Tujuan penelitian untuk mengkaji dan menganalisis peran
    modal sosial agen institusi lokal (Badan Keswadayaan Masyarakat) dengan
    indikator kepercayaan, partisipasi masyarakat, jaringan sosial, norma, kerelawanan
    dalam penanggulangan kemiskinan.

    Penelitian ini menggunakan metoda Studi Kasus yakni untuk memahami,
    menganalisis, mendeskripsikan dan menginterpretasikan secara lebih intensif
    modal sosial yang dimiliki agen pada institusi lokal (Badan Keswadayaan
    Masyarakat) dalam penanggulangan kemiskinan. Dengan menggunakan analisis
    secara kualitatif, peneliti melakukan verstehen sebagai metode untuk memperoleh
    pemahaman yang valid mengenai alii subyektif terhadap berbagai tindakan sosial.
    Informan kuncinya adalah para agen (anggota BKM), pengurus unit pelayanan di
    BKM, fasilitator, penerima program dan pengurus lembaga di tingkat kelurahan.
    Teknik pengumpuIan data dilakukan dengan wawancara, observasi, studi
    dokumentasi dan diskusi kelompok terarah/Focus Group Discussion.

    Basil penelitian ini dikemukakan bahwa, modal sosial yang kuat pada agen
    BKM di Kelurahan Kebon Gedang dengan fenomenanya dapat membangun
    kepercayaan, memiliki legitimasi, membangun kepedulian, kerelawanannya tidak
    diragukan, membanguu partisipasi masyarakat, melaksanakan aturan transparansi
    dan akuntabilitas serta memiliki jaringan baik pada tingkatan bounding, bridging
    maupun linking. Dengan modal sosial tersebut berperan penting dalam
    pengembangan penanggulangan kemiskinan. Sedangkan fenomena modal sosial
    agen di BKM Kelurahan Kebon Jayanti masih lemah. Lemahnya modal sosial
    berimplikasi pada penanggulangan kemiskinan yang cenderung salah sasaran,
    sporadis dan tidak berkelanjutan. Membangun modal sosial agen dalam
    penanggulangan kemiskinan tidak hanya indikator kepercayaan, norma, partisipasi,
    kerelawanan dan jaringan sosial tetapi agen memiliki legitimasi yang kuat yang
    dipilih sebanyak mungkin warganya atas dasar kepercayaan. Penanggulangan
    kemiskinan agar berkelanjutan, memberdayakan dan mandiri maka tidak
    mengandalkan struktur tindakan individu saja dan ketergantungan pada figur tetapi
    dibangun modal sosial lembaga melalui proses Strukturasi.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi