Detail Cantuman

Image of Pengaruh sentuhan spiritual quantum terhadap nteri saat perubahan posisi pada pasien paska operasi di ruang perawatan intensif RSUD Kabupaten Serang

 

Pengaruh sentuhan spiritual quantum terhadap nteri saat perubahan posisi pada pasien paska operasi di ruang perawatan intensif RSUD Kabupaten Serang


Pasien paskaoperasi besar berisiko mengalami komplikasi yang
mengancam kehidupan. Mobilisasi dini miring kiri dan kanan merupakan salah

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001140700184610.73 Har p/R.22.96Perpustakaan Pusat (REF.196)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    610.73 Har p/R.22.96
    Penerbit MAGISTER KEPERAWATAN UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv, 77 hlm. ; il. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    610.73 Har p
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Pasien paskaoperasi besar berisiko mengalami komplikasi yang
    mengancam kehidupan. Mobilisasi dini miring kiri dan kanan merupakan salah
    satu prosedur yangbertujuan untuk mencegah komplikasi tersebut, namun
    mobilisasi menyebabkanpemngkatan nyeri yangdapat rnempengaruhi
    hemodinamik. Diperlukan intervensi keperawatan untuk rnengurangi nyeri saat
    miring kiri kanan sehingga mobilisasi tetapdapat dilakukan pada saat efek
    analgetik mulaiberkurang. Sentuhan Spiritual Quantum (SSQ) merupakan
    intervensi komplementer berbasis biofield energy yang telah banyak digunakan
    pada berbagai area keperawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh
    SSQ terhadap nyeri saat miring kiri kanan pada pasien paska operasi.

    Desain penelitian adaIah pre-eksperimental one group pretest-post lest
    design. Jumlah sampel dalam penelitian adalah 18 orang yang didapat melaIui
    purposive sampling. lntensitas nyeri diukur dengan menggunakan Numeric Rating
    Scale (0-10). Terapis adalah perawat yang telah bersertifikat SSQ level II dengan
    pengalam 1 tahun. Analisis data menggunakan wilcoxon test untuk mengetahui
    perbedaan intensitas nyeri pada pengukuran pre dan post test.

    HasiI penelitian menunjukkan niIai median intensitas nyeri saat istirahat
    adalah 5 (lQR 3-6), posisi miring tanpa SSQ adalah 8 (lQR 6,5-10), posisi miring
    setelah SSQl adalah 5,5 (5-7,25) dan miring setelah SSQ 2 adalah 5 (IQR 4-6,25).
    Terjadi peningkatan intensitas nyeri yang bermakna saat miring dari posisi
    istirahat (p=0,000), penurunan yang bermakna saat miring seteIah SSQl dari
    miring tanpa SSQ (p=O,OOI) dan penurunan yang bermakna saat miring setelah
    SSQ2 dari miring setelah SSQ 1.

    Biojield energy dari intervensi SSQ meningkatkan geJombang alfa dan
    pengeluaran endorfin sehingga nyeri berkurang. SSQ dapat menjadi alternatif
    bagi perawat di area keperawatan kritis daIam manajemen nyeri non farmakoIogis
    untuk meningkatkan kemampuan mobilisasi. Diperlukan penelitian lanjutan
    menggunakan sampel yang lebih besar, kasus bervariasi dan lebih dari dua kali
    intervensi dengan penilaian terhadap aspek emosionaJ dan spiritual.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi