Detail Cantuman

Image of Kajian komunikasi ilmiah studi deskriptif dengan analisis sitiran pada disertasi ilmu komunikasi tahun 2000-2010 di universitas padjajaran

 

Kajian komunikasi ilmiah studi deskriptif dengan analisis sitiran pada disertasi ilmu komunikasi tahun 2000-2010 di universitas padjajaran


Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik referensi, keusangan
inforrnasi dan grafik perkembangan ilmu komunikasi dari ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001120700345020 sil k/ R 21.25Perpustakaan PusatTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    020 sil k
    Penerbit Magister Ilmu Komunikasi : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xvi, 96 hlm. ; ill. ; 29 cm.
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    020 sil k
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik referensi, keusangan
    inforrnasi dan grafik perkembangan ilmu komunikasi dari referensi yang disitir
    pada disertasi Ilmu Komunikasi di Universitas Padjadjaran untuk kurun waktu
    2000-2010. Sesuai dengan judul, populasi pada penelitian ini adalah seluruh
    disertasi Ilmu Komunikasi yang terdaftar dan ada di perpustakaan pascasarjana
    Universitas Padjadjaran yang dihasilkan pada kurun waktu 2000-2010. Metode
    penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif di mana data yang
    diperoleh dianalisis secara deskriptif. Peneliti menggunakan metode purposive
    sampling untuk menentukan besaran sampel yang akan diteliti. Sebanyak 32
    disertasi dari total keseluruhan, 71, jumlah disertasi ilmu komunikasi, dijadikan
    sebagai sampel. Total jumlah referensi yang disitir oleh sampel ada sebanyak 3673
    referensi. Jumlah referensi terbanyak disitir oleh sampel adalah 262 referensi
    sementara yang paling sedikit adalah sebanyak 54 referensi. Ada 14 sampel
    menyitir di bawah 100 referensi, 15 sampel menyitir lebih dari 100 referensi tetapi
    tidak sampai 200 referensi, dan sebanyak 3 sampel menyitir lebih dari 200
    referensi. Jumlah pengarang yang tercantum pada 3673 referensi yang disitir oleh
    keseluruhan sampel adalah sebanyak 1913 pengarang. Pengarang yang paling
    sering disitir adalalr Deddy Mulyana. Posisi 10 besar ditempati oleh Deddy
    Mulyana, Jalalluddin Rakhrnat, Judistira K. Gama, Onong Uchjana Effendi, Everet
    M. Rogers, Koendjaraningrat, Stephen W. Littlejohn, Joseph A. DeVito, Nina
    Winangsih Syam, posisi kesembilan dan po si si kesepuluh sama-sama diduduki oleh
    Alo Liliweri dan Larry A. Samovar. Lebih dari 50% referensi yang disitir oleh
    sampel menggunakan bahasa Indonesia, yaitusebesar 63%, sisanya, atau sebesar
    37%, merupakan referensi berbahasa Inggris. Bentuk referensi yang disitir oleh
    sampel diklasifikasikan pada 27 bentuk referensi dan buku merupakan bentuk
    populer yang disitir oleh sampel. Paro hidup referensi yang disitir oleh sampel
    adalah 14 tahun. Angka paro hidup, 14 tahun ini, mengindikasikan bahwa usia
    inforrnasi referensi yang disitir oleh sampel dikatakan mutakhir jika masih berumur
    14 tahun sementara jika lebih dari 14 tahun, informasinya dikatakan sudah usang.
    Data menunjukkan ada 49,42% atau hampir 50 % dari keseluruhan referensi yang
    disitir oleh sampel merupakan referensi dengan informasi yang sudah usang. Ada
    sebanyak 37 subjek yang disitir oleh sampel untuk menyelesaikan karya ilmiah. Di
    mana subjek sosiologi dan antropologi menempati posisi terbanyak disitir.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi