Detail Cantuman

Image of Strategi Komunikasi Melalui Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Perempuan Pedesaan Di Kabupaten Sukabumi

 

Strategi Komunikasi Melalui Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Untuk Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) Perempuan Pedesaan Di Kabupaten Sukabumi


Strategi Komunikasi melalui PKK untuk Peningkatan SDM Perempuan
Pedesaan di Kabupaten Sukabumi, Dadang Sugiana, Uud Wahyudin, Agus

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001050900481302.259 823 12 Sug s/R.62.13Perpustakaan Pusat (REF.62.13)Tersedia
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    302.259 823 12 Sug s/R.62.13
    Penerbit Fakultas Komunikasi UNPAD : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    302.259 823 12 Sug s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Strategi Komunikasi melalui PKK untuk Peningkatan SDM Perempuan
    Pedesaan di Kabupaten Sukabumi, Dadang Sugiana, Uud Wahyudin, Agus
    Setiaman, 2005.

    Kenyataan yang ada pada masyarakat Jawa Barat, khususnya pada
    perempuan pedesaan, bila dikaitkan dengan partisipasi dalam pembangunari
    ternyata masih ada anggapan vang meluas bahwa perempuan selalu dibatasi oleh
    kodrat dan perannya yang hanya ada dalam keluarga saja, selain itu masih
    terdapatnya tiga buta, yaitu buta aksara, buta pengetahuan dan buta bahasa di
    kalangan perempuan serta kurangnya pengetahuan dan ketrampilan mereka. Ada
    pula mitos yang meluas di kalangan masyarakat pedesaan Jawa Barat, bahwa
    kaum perempuan tergantung pada laki-laki, atau dalam peribahasa sunda Awewe
    mah pondok IOllgkah, IIgall saukur patih KCJa/7, hanya bergulat di sekitar dapur,

    sumur dan tempat tidur. ' .

    Hal ini tentunya tidak sejalan dengan tantangan yang akan dihadapi oleh
    masyarakat Indonesia di masa depan. Masyarakat Indonesia akan menghadapai
    tiga tantangan utama di masa depan, yaitu tantangan kependudukan, tantangan
    lingkungan dan tantangan pembangunan. Untuk menjawab ketiga tantangan ini
    maka kunci jawat annya terJetak pada keperluan meningktakan kualitas manusia.
    Dengan perkataan lain, perubahan yang akan terjadi pada suatu masyarakat kea
    rah yang lebih baik terletak pada berapa banyak manusia yang berkualitas pada
    mr.syarakat tersebut.

    Menurut hasil penelitian Pudjiwati Sajogjo, dkk (1979), perlunya
    partisipasi perempuan pedesaan di Jawa Barat dalam kegiatan pendidikan dan
    keterampilan melalui pendidikan informal guna mengatasi masalah yang dihadapi
    oleh perempuan pedesaan Menurut pendapat peneliti, kondisi dan permasalahan
    perempuan di Kabupaten Sukabumi tak berbeda jauh dengan kondisi dan
    permasalahan yang dihadapi perempuan lainnya di Jawa Barat.

    Selanjutnya strategi komunikasi dalam arti perencanaan dan pengelolaan
    komunikasi sebagai salah satu dimensi dalam pendekatan perrnasalahan di atas
    belum dimanfaatkan secara optimal baik oleh organisasi itu sendiri maupun oleh
    pembuata keputusan (decision lJIaker)

    Sehubungan dengan kenyataan-kenyataan tersebut diperlukan adanya
    upaya-upaya yang secara terencana meningkatkan SDM perempuan pedesaan
    khususnya di Kabupaten Sukabumi, dengan menghilangkan dan menekan hal-hal
    yang menghambat peningkatan SDM perempuan pedesaan di Kabupaten
    Sukabumi.

    Perencana dan pelaksana pembangunan di pedesaan, yaitu LKMD,
    dituntut untuk melihat realitas dan atau gejala tata kehidupan dan penghidupan
    masyarakat yang dibangunnya. LKMD, khususnya seksi PKK yang berfungsi
    sebagai wadah peningkatan SDM perempuan pedesaan harus dapat dimanfaatkan
    oleh semua pihak, baik pemerintah maupun swasta dan seluruh warga masyarakat
    untuk dapat menyukseskan pembangunan desanya dengan menggerakkan
    masyarakat untuk perubahan.

    Pendekatan dalam meningkatkan SDM perempuan pedesaan melalui PKK,
    pakar komunikasi cenderung untuk memilih stratef persuasive dan strategi
    edukatif yaitu pendekatan yang lebih serasi dan selaras melalui himbauan­
    himbauan penalran, rasa dan moral, serta perubahan-perubahan pendapat dan
    tingkah laku, sikap dan nilai secara wajar dan selaras

    Selanjutnya organisasi PKK merupakau organisasi yang strategis dalarn
    menyalurkan pesan-pesan dan jnformasi pembangunan guna meningkatk.in SDM
    perempuan pedesaan dalam bidang ekonorni, keagamaan dan pendidikan non
    formal.

    Wadah PKK sebagai organisasi kegiatan fungsional dapat dimanfaatkan
    tidak hanya sebagai saluran komunikasi penerus pengaruh dari perubah, innovator
    atau komunikator kepada sasaran, tetapi juga sebagai saluran komunikasi response
    umpan balik (feedback) dari sasaran kepada perubah, innovator atau komunikator.

    Menurut santoso (1979: 16) adalah justru melalui wadah-wadah atau
    lembaga-lernbaga kegiatan fungsional yang ada, maka komunikasi tatap muka
    lebih terjamin karena tersedianya saluran-saluran personal yang meneruskan
    pengaruh perubah maupun mengembalikan respon dari rnasyarakat sasaran.
    Dengan demikian saluran-saluran media kornunikasi tradisional dan modern di
    satu pihak dan saluran-saluran personal di lain pihak dapat saling mernanfaatkan
    untuk mencapai efektifitas yang setinggi-tingginya

    Di samping itu, keberhasilan mengernbangkan SDM perempuan pedesaan
    tidak sernata-mata karena perempuan tersebut merupakan sasaran tunggal dari
    strategi komunikasi namun dalam pergaulan antar manusia itu, seseorang akan
    lebih merasa aman untuk mernperketat atau melonggarkan ikatan-ikatan tradisi,
    norma dan keyakinan, seperti halnya peningkatan SDrvl perempuan pedesaan ini
    akan lebih mantap jika sasaran perantara di antaranya suarni, pernirnpin wanita
    informal atau tokoh keagamaan turut mendukungnya.
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi