Detail Cantuman

Image of SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMANFAATAN LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN PASIR (Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang)

 

SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM PEMANFAATAN LAHAN BEKAS PERTAMBANGAN PASIR (Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang)


SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM
PEMANFAATANLAHANBEKASPERTAMBANGANPASm
(Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    01001110700342631.4 Cup s/R.25.314Perpustakaan Pusat (REF.314)Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    631.4 Cup s/R.25.314
    Penerbit Magister Ilmu Lingkungan : Bandung.,
    Deskripsi Fisik
    xiv,;144 hlm,;29 cm
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    631.4 Cup s
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • SISTEM PERTANIAN TERPADU SEBAGAI ALTERNATIF DALAM
    PEMANFAATANLAHANBEKASPERTAMBANGANPASm
    (Studi Kasus di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon,
    Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang)

    ABSTRAK

    Pemanfaatan lahan bekas pertambangan pasir sebagai lahan budidaya
    terbatas, di Kabupaten Sumedang umumnya lahan tersebut dimanfaatkan dengan
    ditanarni tanaman kayu jenis fast growing spesies seperti jenis sengon, akasia
    mangium dan gmelina yang mempunyai masa panen relatif lama (5-15 tahun).
    Namun demikian, di Desa Cibeureum Wetan dan Desa Cibeureum Kulon
    Kecarnatan Cimalaka Sumedang telah dilakukan pemanfaatan lahan oleh
    masyarakat dengan mengintegrasikan kegiatan pertanian (budidaya gamal,
    kaliandra dan buah naga) dan kegiatan peternakan kambing pada satu kawasan
    melalui sistem pertanian terpadu yang memiliki masa panen lebih singkat (sekitar
    1 tahun). Penelitian ini berupaya untuk mengkaji peran sistem pertanian terpadu
    terhadap perbaikan lahan bekas pertambangan pasir secara fisik kimia serta
    mengkaji peran sistem pertanian terpadu terhadap peningkatan pendapatan dan
    ekonomi masyarakat setempat.

    Penelitian ini menggunakan metode dominant quantitative less dominant
    qualitative. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data fisik kimia
    tanah dalarn mendeskripsikan lahan bekas pertambangan pasir yang dimanfaatkan
    oleh masyarakat melalui sistem pertanian terpadu serta untuk mendapatkan data
    sosial dan ekonomi masyarakat. Data sampel tanah diambil dengan cara
    systematic random sampling sedangkan data sosial ekonomi masyarakat diambil
    dengan cara sensus terhadap anggota kelompok tani melalui kuisioner. Metode
    kualitatif digunakan untuk mendapatkan data perkembangan kegiatan sistem
    pertanian terpadu yang diambil dengan cara purposive sampling melalui
    wawancara terhadap informan.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan lahan bekas
    pertambangan pasir dengan sistem pertanian terpadu dapat memperbaiki
    kesuburan tanah dengan meningkatkan kandungan unsur hara dalam tanah yaitu :
    (454,8%), N (433,3%) dan P (236,5%) serta dapat menurunkan nilai dugaan
    ~u erosi sekitar 71,5%, dari 4,097 tonlhaltahun menjadi 1,168 tonlhaltahun.
    emanfaatan lahan bekas pertambangan pasir dengan sistem pertanian terpadu
    dapat meningkatkan rata-rata pendapatan masyarakat dari
    Rp.7.260.000,3IKK1tahun menjadi sebesar Rp.l1.940.000,5IKK1tahun. Pada
    usaha tani sistem pertanian terpadu (buah naga, kaliandra, gamal dan ternak
    karnbing), keuntungan (NPV positif) bisa diperoleh dengan waktu yang lebih
    singkat dibandingkan usaha tanaman kayu sengon (6 tahun).
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi