Detail Cantuman

No image available for this title

Skripsi  

Gotong Royong Pada Petani (Kajian Etnografi Pada Petani Desa Cikeruh, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang)


Penelitian ini mengenai sistem gotong royong pada Desa Cikeruh, kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Pada umumnya gotong royong dilakukan secara ...

  • CodeCallNoLokasiKetersediaan
    170510120018301 ANT 32/2017Perpustakaan Fisip UnpadTersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan
  • Perpustakaan
    Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
    Judul Seri
    -
    No. Panggil
    301 ANT 32/2017
    Penerbit Bandung Unpad : Antropologi.,
    Deskripsi Fisik
    -
    Bahasa
    Indonesia
    ISBN/ISSN
    -
    Klasifikasi
    301 ANT 32/2017
    Tipe Isi
    -
    Tipe Media
    -
    Tipe Pembawa
    -
    Edisi
    -
    Subyek
    -
    Info Detil Spesifik
    -
    Pernyataan Tanggungjawab
  • Penelitian ini mengenai sistem gotong royong pada Desa Cikeruh, kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Pada umumnya gotong royong dilakukan secara bersama-sama dengan suka rela anatar individu maupun kelompok. Namun kini gotong royong tidak hanya semata-mata dilakukan oleh petani dengan sukarela dan didasari suatu maksud atau kepentingan yang disebabkan beberapa faktor sehingga menggeser makana pada gotong royong tersebut. Selain itu aktivitas gotong royong pada petani Desa Cikeruh berkurang. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menggambarkan sistem gotong royong di sawah carik sekarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan pengumpulan data sekunder. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa gotong royong pada Desa Cikeruh masih tetap ada, baik itu pada sistem pertanian sawah milik desa maupun sawah milik perorangan. kedua sistem pertanian tersebut masih melakukan kegiatan gotong royong serta memiliki sistem penggarapan yang sama. Meski kepemilikan akan kedua sistem pertanian tersebut berbeda. Sayangnya kegiatan gotong royong yang masih dilakukan memiliki maksud dan tujuan lain yang bergeser dari makna sebenarnya. Hal ini disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, seperti karena adanya tujuan untuk meminimalisir kerugian saat panen dank arena adanya perbedaan jam kerja anatar petani yang bekerja pada sektor industri. Kata Kunci : petani, gotong royong, sawah carik
  • Tidak tersedia versi lain

  • Silakan login dahulu untuk melihat atau memberi komentar.


Informasi